Co-pilot Farhan Gunawan Diyakini Masih Bertahan Hidup di Hutan, Keluarga Minta Tambahan Tim SAR, Perluas Pencarian di Gunung Bulu Saraung

Bagikan Artikel

Solidernusantara.com // Kab.Pangkep, (Sulsel )_,
Harapan masih menggantung di tengah rimbunnya hutan Gunung Bulu Saraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Keluarga Farhan Gunawan, co-pilot pesawat yang dilaporkan jatuh pada 17 Januari lalu, menyampaikan permohonan terbuka kepada pemerintah agar upaya pencarian diperluas dan diperkuat.(Senin 19 Januari 2026).

Pernyataan tersebut disampaikan oleh salah satu anggota keluarga Farhan yang mewakili Dian, kekasih Farhan selama lima tahun. Menurut keluarga, Dian belum sanggup memberikan keterangan langsung kepada media karena masih mengalami trauma berat dan fokus membantu proses pencarian.

“Kami menyampaikan ini karena adik saya belum mampu diwawancarai. Dia masih shock dan saat ini berjuang mencari Farhan,” ujar perwakilan keluarga dalam pernyataannya yang sempat viral di media sosial.

Keluarga mengungkapkan bahwa, sehari setelah insiden, tim pencarian menemukan telepon genggam milik Farhan di kawasan hutan. Perangkat tersebut kemudian diserahkan kepada pihak keluarga. Yang mengejutkan, ponsel tersebut diketahui masih terhubung dengan smartwatch yang diduga masih dikenakan Farhan.

“Setelah dicek, di smartwatch itu terdapat data pergerakan langkah kaki. Sejak pagi hari hingga malam, langkah tersebut terus bertambah,” ungkapnya.

Data tersebut, menurut keluarga, menunjukkan adanya aktivitas fisik yang konsisten selama beberapa waktu setelah insiden, sehingga memunculkan keyakinan bahwa Farhan masih bertahan hidup di dalam hutan.

Saat pernyataan itu disampaikan, Farhan disebut telah memasuki hari ketiga berada di kawasan hutan Gunung Bulu Saraung. Kondisi geografis yang sulit dijangkau menjadi tantangan utama dalam proses pencarian.

Atas dasar itu, keluarga secara terbuka memohon kepada Presiden RI, H. Prabowo Subianto, serta jajaran kementerian terkait, agar menurunkan tambahan personel SAR, termasuk dukungan helikopter dan peralatan pencarian udara, untuk mempercepat proses evakuasi.

“Kami mohon dengan sangat, turunkan tim SAR lebih banyak dan bantuan udara. Farhan sudah memberikan tanda-tanda. HP-nya masih terhubung dan ada pergerakan langkah kaki,” kata keluarga dengan suara bergetar.

Curahan hati keluarga ini menuai perhatian luas di media sosial dan memicu gelombang simpati dari masyarakat. Banyak warganet mendesak agar pencarian dilakukan secara maksimal, mengingat adanya indikasi kuat keberadaan korban yang masih aktif bergerak.

Hingga berita ini diterbitkan, proses pencarian masih terus berlangsung. Pihak berwenang belum memberikan pernyataan resmi terkait validitas data smartwatch tersebut, namun keluarga berharap setiap kemungkinan tetap dijadikan dasar dalam operasi kemanusiaan.

(Pembina Solider Group)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *